Teknik Dasar dan Peraturan Lari Gawang yang Perlu Kamu Ketahui

Teknik Dasar dan Peraturan Lari Gawang yang Perlu Kamu Ketahui

Lari gawang adalah salah satu nomor lari pada cabang olahraga Atletik, nomor lari ini menuntut seorang pelari untuk selalu fokus ketika berlari, karena jika kurang fokus, akan berdampak susahnya pelari untuk melewati gawang yang akan dilalui.

Kali ini kita akan membahas tentang lari gawang secara lengkap dan mendetail, mulai dari sejarah, teknik dasar hingga peraturan, oleh sebab itu mari baca artikel ini hingga selesai agar ketuhan informasi dapat tersampaikan.

Pengertian Lari Gawang

Pengertian Lari Gawang
by pixabay.com

Lari gawang merupakan salah satu dari cabang olahraga atletik yang sering diperlombakan baik ditingkat nasional maupun internasional, lari gawang disebut juga sebagai lari halang rintang, diesebut demikan karena para atlet atau pelari untuk mencapai garis finish diberikan halangan atau rintangan menggunakan gawang.

Atlet yang disarankan untuk mengikuti perlombaan ini adalah atlet yang memiliki postur tubuh yang tinggi atau jangkung, hal tersebut bertujuan agar mudah ketika melewati gawang-gawang yang ada, namun tetap memperhitungkan kemampuan atlet untuk melakukan tolakan ketika melewati rintangan gawang.

Baca Juga > Lari Jarak Pendek

Sejarah Lari Gawang

Sejarah Lari Gawang
by pixabay.com

Secara pasti asal usul lari gawang belum diketahui, namun dipercaya lari gawang sudah ada sejak dulu, karena kegiatan lari merupakan suatu insting alamiah manusia uintuk berlari ketika ada bahaya yang akan mendekat.

Hal tersebut yang membuat lari gawang masuk kedalam cabang olahraga atletik, karena cabang olahraga atletik merupakan pengelompokan olahraga yang didasarkan pada aktivitas sehari-hari manusia, seperti berjalan, lari dan berburu.

Tercatat dalam sejarah, olahraga atletik mulai diperlombakan pada tahun 776 SM dalam olimpiade kuno Yunani, semenjak itu cabang atletik semakin berkembang secara pesat, tercatat dalam sejarah pada buku “iliad” terdapat nama-nama atlet seperti Euralius, Epius, Odysseus, Aias dan Argonemon.

Saat ini olahraga atletik termasuk lari gawang secara internasional diatur oleh IAAF (International Athletic Amateur Federation) yang didirakan pada tahun 1912, sedangkan di Indonesia, badan yang mengatur tentang atletik adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) yang didirikan pada tahun 1950 di Semarang.

Nomor Lari Gawang

Nomor Lari Gawang

Nomor lari gawang terdiri dari lari gawang dengan panjang lintasan 110 meter putra dengan ketinggian gawang 1,067 meter, panjang lintasan 400 meter putra dengan tinggi gawang 0,914 meter, sedangkan untuk putri panjang lintasannya 100 meter dan 400 meter yang masing-masing memiliki tinggi gawang 0,840 meter dan 0,762 meter.

Untuk lebih jelas tentang nomor lari garang, perhatikan tabel dibawah ini :

Tebel Lari Gawang

 

“karena panjang lintasan dan tinggi gawang memiliki ukuran yang berbeda, maka diperlukannya teknik yang berbeda-beda juga, oleh sebab itu mari pahami berbagai teknik dasar dalam lari gawang dibawah ini”

Teknik Dasar Lari Gawang

Dalam hal ini teknik dasar lari gawang dibedakan berdasarkan jarak yang ditempuh, yang pertama yaitu memiliki jarak 100 meter putri dan 110 meter putra, kedua yaitu pada jarak 400 meter putra dan putri.

Teknik Lari Gawang 100 Meter Putri dan 110 Meter Putra

Secara umum berikut beberapa teknik dasar lari gawang pada nomor lari 100 meter puteri dan 110 meter putera :

  1. Lari gawang menggunakan start jongkok dalam melakukan awalan.
  2. Berlari dengan cepat ketika mengarah ke gawang, posisi badan sedikit miring ke depan saat melompat, sedangkan kaki yang di depan diposisikan lurus.
  3. Posisi tangan yang bersebrangan dengan kaki yang ada di depan diayunkan ke depan dan mengimbangi gerak tubuh.
  4. Setelah melintasi gawang, kaki yang ada di depan kembali menapak pada lintasan dan mengarah ke depan menuju gawang berikutnya.
  5. Kaki yang mengikuti (di belakang) dilangkahkan ke depan ke arah gawang berikutnya.
  6. Lari secepat mungkin ketika berlari dari gawang satu menuju gawang selanjutnya.
  7. Posisi bahu dan pinggul diusahakan selalu diposisikan tetap pararel dengan gawang, sedangkan posisi tubuh sedikit naik turun ketika melintasi gawang.
  8. Gerakan pada akhir pendaratan posisi kaki diluruskan, sedangkan kaki belakang diangkat tinggi.
“Start yang digunakan dalam lari gawang adalah start jongkok, untuk lebih jelasnya silahkan baca macam-macam start

Beberapa Fase Pada Teknik Lari Gawang 100 m dan 110 m

Fase lari gawang

Faktor terpenting dalam melakukan lari gawang adalah pengaturan langkah, tempo, dan panjang langkah, hal tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan pada teknik lari, sedangkan teknik lari gawang sangat berhubungan erat dengan teknik sprint.

Pelari gawang yang berhasil haruslah seorang sprinter yang handal. Kedua teknik ini memiliki beberapa kesamaan dalam beberapa hal, seperti pengaturan lurus-san kaki, tekanan pada pengangkatan lutut dan gerakan tangan. Setiap tahap atau fase sangat diperlukan gerakan yang baik disetiap komoponennya.

Fase Start Menuju Gawang Pertama

  1. Setelah melakukan start dan berlari mendekati gawang pertama, kemudian melakukan tolakan dengan mengangkat pinggang tinggi yang dilakukan cukup jauh dari gawang pertama yang akan dilalui.
  2. Lutut serta paha pada kaki yang di depan, diangkat setinggi mungkin dan tendangkan tumit ke depan agar kaki dan lutut lurus ketika melintasi gawang.
  3. Selama berlari lutut kaki tetap diangkat tinggi.

Fase Melewati Gawang

  1. Diawali dengan melakukan gerakan kaki cepat, kemudian lutut diangkat pada saat mendekati gawang.
  2. Semakin cepat lari yang dilakukan, maka lompatan atau tolakan yang dilakukan harus semakin dini atau semakin jauh dari gawang. Ketika melompat, kaki dan tangan digerakkan dengan keras.
  3. Ketika berada di atas gawang, gerak tubuh dibuat serendah mungkin dan posisi badan agak condong ke depan serta lutut sedikit ditekuk.
  4. Gunakan lengan sebagai penyeimbang tubuh ketika berada di atas gawang. Tujuannya agar ketika kembali mendarat tubuh cepat kembali ke posisi gerak dorong ke depan.
  5. Kaki yang digunakan untuk menolak ditarik dengan cara memutar kaki tersebut ke samping, dalam posisi diangkat tinggi.
  6. Setelah kaki yang di depan melewati gawang, dalam posisi tetap lurus, maka segera diturunkan, kemudian disusul oleh kaki yang mengikuti.

Fase Pendaratan

  1. Ketika hendak mendarat, posisi kaki diluruskan.
  2. Kaki yang ada di belakang tetap diposisikan dengan tetap diangkat tinggi, tujuannya agar kaki belakang dapat melangkah bebas kedepan.
  3. Posisikan badan condong ke depan.

Fase Lari di Antara Gawang

Teknik berlari yang digunakan dalam lari gawang, dimulai dari start ke gawang pertama serta berlari antara gawang satu ke gawang lainnya adalah berbeda. Perbedaan mendasarnya berada pada jumlah langkah yang dibutuhkan untuk mencapai suatu gawang.

  1. Pelari menggunakan 7 langkah yang dimulai dari garis start menuju gawang pertama, teknik ini biasanya digunakan untuk pelari yang memiliki kaki panjang, tekniknya yaitu ketika melakukan start, kaki yang akan memimpin diletakan di depan.
  2. Pelari menggunakan 8 langkah dari garis start menuju gawang pertama, teknik yang digunakan yaitu ketika melakukan start, kaki yang akan memimpin diletakkan di belakang, sedangkan kaki yang mengikuti diletakan di depan.
  3. Pelari menggunakan 9 langkah, biasanya teknik ini digunakan untuk pemula.

Beberapa hal yang harus diperhatikan setelah melewati gawang :

  1. Kaki yang ada di depan setelah melewati gawang sesegera mungkin menapakkan kakinya ke lintasan.
  2. Ketika melewati gawang, gerakan tangan dan kaki yang di belakang secepat mungkin.
  3. Setelah kaki yang di depan menapak ke lintasan maka segeralah melakukan tiga langkah di antara gawang.
  4. Bergerak secepat mungkin ketika berlari di antara gawang hingga ke garis finish.

Fase Akhir

Fase ini merupakan fase dimana kaki yang ada di depan sudah melewati gawang dan menapak kembali pada lintasan. Berikut langkah-langkah selanjutnya :

  1. Badan di condongkan ke depan. Bersmaan dengan hal tersebut, kaki yang ada di belakang melangkah ke depan.
  2. Membusungkan dada dan berlari secepatnya menuju garis finish.

Baca Juga > Lari Jarak Menengah

Teknik Lari Gawang 400 Meter

Teknik Lari Gawang 400 meter

Nomor lari gawang 400 meter merupakan lari yang didasari oleh lari sprint 400 meter dan lari gawang 100 atau 110 meter. oleh karenanya seorang pelari atau atlet harapannya bisa menggunakan kaki yang manapun ketika hendak melewati gawang.

Dalam hal ini, pelari diharapkan dapat melompat seefesien mungkin tanpa memperhitungkan ketajaman tikungan dan tidak merubah pola langkah di antara gawang ketika lelah mulai menghampiri pada saat berlari.

Teknik Dasar Nomor Lari 400 Meter

Teknik dasar lari gawang 400 meter yang digunakan sebenarnya hampir sama dengan teknik dasar yang digunakan pada lari gawang 100 meter atau 110 meter. perbedannya adalah ketika melewati gawang sedikit lebih mudah, karena gawangnya tidak terlalu tinggi, meski begitu tetap memiliki teknik khusus untuk melakukannya.

  1. Posisikan badan lebih tegak lurus serta tidak terlalu di miringkan ketika melompati gawang.
  2. Mengangkat kaki yang memimpin di depan hingga horizonatal, luruskan ke depan hingga melewati gawang, tidak lupa menggapai tangan pada posisi tubuh yang letaknya berseberangan dengan kaki yang ada di depan, agar keseimbangan tetap terjaga.
  3. Kaki yang ada di belakang di tekuk pada lutut, kemudian diputar ke depan secara horizontal untuk melewati gawang. Lutut kaki yang ada di belakang diputar ke atas dalam setelah kaki yang di depan menapak pada lintasan untuk mengambil langkah berikutnya.

Gerakan Nomor Lari 400 Meter

Di atas sudah disinggung bahwa secara garis besar setiap fase pada lari gawang 400 meter sama halnya dengan lari gawang 100 meter dan 110 meter, yang perlu diperhatikan pada teknik ini yaitu teknik dalam mengganti kaki yang di depan untuk melompati gawang yang ada di tikungan.

berbeda dengan nomor lari sebelumnya peletakkan gawang hanya pada lintasan yang lurus saja, karena memang lintasannya yang pendek. Pada nomor lari ini beberapa gawang berada di tikungan, berikut teknik yang baik dan benar pada lari gawang 400 meter :

  1. Akan lebih nyaman dan efesien jika seorang pelari menggunakan kaki kiri untuk melompati gawang yang berada pada tikungan. Khususnya jika pelari berada pada lintasan dalam yang cukup ketat.
  2. Tubuh yang dimiringkan ke sisi dalam kiri saat berlari dapat membantu mengangkat kaki kanan atau kaki yang ada di belakang.
  3. Panduan menggunakan kaki kanan menjadi canggung dilakukan, akan tetapi seringkali terpaksa untuk digunakan, khususnya ketika lelah, yaitu pada pada tikungan terakhir, solusinya adalah pastikan langsung lari menuju gawang, sehingga kaki yang ada di depan dapat melintasi gawang dengan baik ke arah sisi luar gawang. Dengan begitu kaki yang ada di belakang sepenuhnya dapat melintasi gawang, karena jika pelari tersangkut dapat membuat pelari di diskualifikasi.

Peralatan Lari Gawang

Peralatan lari gawang
by pixabay.com

Berikut beberpa peralatan lari gawang yang harus disiapkan.

  • Gawang berjumlah 80 buah.
  • Plang gawang di cat berwarna putih dan hitam, warna hitamnya memiliki lebar 22,50 cm.
  • Bendera start atau pistol
  • Pita finish
  • Alat foto finish (camera finish)

Peraturan Lari Gawang

Peraturan Lari Gawang

Peraturan lari gawang diatur oleh PASI, seorang pelari harapnnya mengetahui berbagai peraturan yang ada, sehingga bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan yang ada, berikut beberapa peraturan yang harus diketahui :

  1. Semua perlombaan lari gawang, pelari harus lari pada jalurnya masing-masing yang telah ditetapkan, dimulai dari garis start hingga garis finish.
  2. Seorang atlet atau pelari akan didiskualifikas jika melakukan beberapa kesalahan seperti :
  • Pelari menarik kakinya di luar bidang horizontal yang terletak di atas gawang pada saat melewati gawang tersebut.
  • Pelari yang melompati gawang tidak pada lintasannya.
  • Pelari yang sengaja menjatuhkan gawang menggunakan kaki atau tangan.
  • Jumlah gawang yang harus dilewati oleh pelari yaitu berjumlah 10 buah, baik itu pada nomor lari 100 meter, 110 meter dan 400 meter.

Baca Juga > Lari Jarak Jauh

Sampai disini pembahasan tentang lari gawang atau lari halang rintang, semoga informasi yang diberikan dapat membantu anda yang sedang mencari tahu segala sesuatu tentang lari gawang.

Leave a Reply