Macam-Macam Start dalam Perlombaan Lari yang Harus Kamu Ketahui

Macam-Macam Start dalam Perlombaan Lari yang Harus Kamu Ketahui

Macam-Macam Start – Lari adalah cabang olahraga yang banyak sekali diminati oleh orang-orang, karena untuk melakukannya tidak memerlukan banyak peralatan, hanya cukup dengan sepatu dan pakaian olahraga anda sudah siap melakukan olahraga ini.

Olahraga lari merupakan salah satu olahraga yang cukup efektif untuk membakar lemak, dipercaya jika anda rutin melakukan olahraga lari setiap 3 kali dalam satu minggu, maka anda akan langsung dapat merasakan manfaatnya setelah satu bulan.

Pada saat ini olahraga lari adalah jenis olahraga yang banyak dipertandingkan, baik setingkat daerah, nasional hingga internasional. Salah satu faktor yang bisa menentukan kemenangan dalam lomba lari adalah start, dengan melakukan start dengan baik dan benar maka dapat membuat pelari bisa berlari dengan baik.

Karena pentingnya mengetahui start yang baik dan benar maka kali ini kita akan membahas tentang macam-macam start dalam perlombaan lari.

Pengertian Lomba Lari

Pengertian Lomba Lari

Lari merupakan olahraga tertua yang ada di dunia, bahkan sebelum lari masuk kedalam cabang olahraga, orang-orang dulu pada zaman kuno sering melakukan lari, karena pengertian dari lari itu sendiri adalah insting alamiah dari manusia untuk mempertahankan diri.

Dalam perlombaan lari sendiri terdapat berbagai macam-macam lari, antara lain yaitu lari jarak pendek, menengah, jauh, estafet dan halang rintang. Semua cabang lari tersebut selalu berhubungan dengan macam-macam start, untuk lebih jelas mari simak penjelasan dibawah ini.

Macam-Macam Start dalam Perlombaan Lari

Macam-Macam Start
by pixabay

Olahraga lari pasti selalu dimulai dengan start terlebih dahulu. Apakah anda tahu apa itu start?. Start adalah cara untuk mempersiapkan diri ketika akan melakukan gerakan lari.

Start sendiri secara umum terbagi menjadi tiga yaitu start berdiri, start melayang dan start jongkok, untuk lebih rinci tentang macam-macam start berikut penjelasannya.

  1. Start Berdiri

Start Berdiri

Start berdiri atau juga sering disebut sebagai standing start adalah jenis start yang digunakan dalam cabang lari jarak menengah dan lari jarak jauh, yang memiliki panjang lintasan 800 meter, 1500 meter 5000 meter dan 10.000 meter.

Pada lari jarak menengah terdapat tiga nomor lari yang diperlombakan, yaitu pada nomor lari jarak 800 meter, 1500 meter dan 300 meter. Karena jaraknya yang cukup panjang, maka perlu memperhatikan kecepatan dan stamina dari seorang pelari.

start lari jarak menengah menggunakan start berdiri, teknik dalam melakukan start cukup menentukan keberhasilan pelari untuk bisa memenangkan perlombaan. Berikut teknik yang perlu diperhatikan untuk melakukan start berdiri :

  • Sikap start dalam start berdiri dilakukan ketika ada aba-aba bersedia telah diberikan, maka pelari maju dan meletakkan salah satu kakinya di depan. Pelari bisa memilih menggunakan kaki kanan atau kaki kiri, jika merasa nyaman dengan kaki kanan maka gunakanlah kaki kaki kanan, begitupun sebaliknya. Letakkan kaki tersebut tepat dibelakang garis dan lutut dibengkokan sedikit. Sedangkan kaki lainnya letakkan dibelakang dengan posisi lurus.
  • Condongkan badan dan letakkan berat badan kedepan, posisikan tumpuan pada kaki yang diletakkan di depan.
  • Lemaskan kedua lengan dan siku, bengkokkanlah sedikit serta letakkan lengan di dekat badan anda.
  • Aturlah pandangan agar selalu tetap mengarah ke depan, selalu fokus dan rileks, sehingga ketika mendengar aba-aba start untuk lari bisa langsung melakukan tolakan dan berlari.
  1. Start Melayang

Lari Estafet
by cnnindonesia.com

Start melayang adalah jenis start yang digunakan hanya pada nomor lari estafet atau lari sambung yang digunkan pada pelari kedua, pelari ketiga dan pelari keempat, sedangkan untuk pelari pertama menggunakan start jongkok.

Untuk melakukan start melayang dapat dilakukan dengan dua cara, pertama yaitu cara tanpa melihat atau sering disebut non-visua kedua yaitu dengan cara melihat atau sering disebut visual.

Cara non-visual yaitu pelari tidak akan melihat tongkat yang diterimanya dari pelari lain, cara ini biasanya digunakan pada lari estafet dengan panjang lintasan 4 ×100 meter.

Sedangkan dengan cara visual pelari akan melihat tongkat sambil belari yang diberikan oleh pelari lainnya. Teknik visual ini biasanya digunakan pada lari estafet yang memiliki panjang lintasan 4 × 400 meter.

Start melayang disini berarti dilakukan sambil berlari atau disebut melayang. Ketika pelari sudah mendapatkan tongkat estafet makan akan berlari sekencang mungkin untuk menyerahkan tongkat kepelari selanjutnya atau menuju ke garis finish jika pelari tersebut merupakan pelari keempat.

  1. Start Jongkok

Start Jongkok
by veluzasport.blogspot.com

Macam-macam start yang terakhir adalah start jongkok, atau sering disebut sebagai crouching start, jenis start ini digunakan pada cabang lari jarak pendek. Panjang lintasan yang sering digunakan adalah 100 meter, 200 meter, 300 meter dan 400 meter.

Start jongkok sendiri terdiri dari tiga macam. Pertama adalah start pendek atau sering disebut bunch start, kedua start menengah atau start medium dan ketiga adalah start panjang atau disebut long start. Untuk lebih jelas tentang macam-macam start jongkok perhatikan penjelasan berikut :

Macam-Macam Start Jongkok

  • Start pendek atau bunch startuntuk melakukan start pendek atau bunch start posisikan tangan sedikit lebih lebar dari bahu dan posisikan ibu jari membentuk huruf letakkanlah salah satu kaki di depan, gunakanlah kaki yang ternyaman, boleh menggunakan kaki kanan atau kaki kiri, peletakkan kaki tersebut berjarak 75 cm dari garis start, sedangkan kaki yang dibelakang disejajarkan dengan tumit kaki yang ada di depan, atur jarak sekitar satu kepal tangan.
  • Start Menengah atau medium startdalam melakukan start menengah atau medium start kurang lebih hampir sama seperti start pendek atau bunch start yaitu dengan meletakkan tangan lebih lebar dari bahu. Kemudian letakkan salah satu kaki di depan dengan jarak 40 cm dari garis start, Sejajarkan lutut kaki bagian belakang dengan ujung kaki yang berada di depan. Atur jaraknya sekitar satu kapal yaitu antara lutut dengan ujung jari kaki bagian depan.
  • Start panjang atau long start – untuk menggunakan start panjang caranya juga hampir sama dengan start pendek, namun yang membedakan adalah peletakkan kaki yang di depan berjak 40 cm dari garis start. Atur lutut sejajar dengan tumit kaki yang ada di depan, atur jaraknya seukuran satu kepalan tangan dimulai dari tumit kaki yang ada di depan hingga pada ujung jari kaki yang berada di belakang.

Ketika melakukan start jongkok ada beberpa hal yang perlu diperhatikan, ketika terdengar aba-aba start “bersedia”, maka pelari akan menuju gari start dan melakukan jongkok dengan tangan yang diletakkan di samping serta ibu jari yang menyentuh tanah membentuk huruf  V.

Letakkanlah tangan sedikit di depan dan posisikan lengan membentuk garis lurus, setelah itu condongkanlah bahu sedikit kedepan dan kepala sedikit dibungkukkan sehingga leher tidak menjadi tegang namun pandangan tetap fokus mengarah kedepan, untuk jarak antara kaki yang di depan tergantung jenis start yang digunakan, yang sebelumnya sudah dijelaskan.

Selanjutnya ketika aba-aba “siap”  telah disampaikan maka angkatlah pinggul ke depan atas sampai lebih tinggi dari bahu, lakukanlah dengan rileks jangan sampai tegang. Pindahkan berat badan ketangan hingga berat badan terasa ringan dan rendahkan kepala serta rilekskan leher.

Arahkan pandangan kebawah yaitu sekitaran 1 hingga 1,5 meter dari garis start, aturlah lengan agar tetap lurus jangan membengkok. Pikiran harus tetap fokus untuk mendengarkan aba-aba selanjutnya.

Ketika aba-aba selanjutnya telah diberikan maka ayunkanlah lengan sekencang mungkin, atur kaki yang di depan untuk menolak dengan kuat hingga posisinya menjadi lurus.

Posisikan kaki yang di belakang untuk melangkah secepat mungkin. Setelah melakukan teknik ini maka berat badan akan meluncur ke depan. Atur langkah selebar dan secepat mungkin agar hasil dapat maksimal.

Ketika sudah mendekati garis finis tetaplah berlari sekencang mungkin dengan tetap mencondongkan dada ke depan dan tangan mengayun sekuat-kuatnya, tidak perlu menengok kelawan tanding, cukup fokus pada garis finish. Perlu di ingat jangan sampai pernah mencoba memperlambat gerakan ketika garis finish sudah di depan mata, karena lawan bisa saja dengan mudah menyalip dan memenangkan pertandingan

Sampai disini saja pembahasan tentang macam-macam start dalam perlombaan lari, semoga informasi diatas dapat membantu anda yang sedang mencari informasi tentang macam-macam start atau bagi anda yang hendak mengikuti perlombaan lari, terimakasih dan salam olahraga!

Leave a Reply